Pedekate sama Python

Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta. Sebelum kita lebih jauh lagi mencintai python, kita harus kenalan(pedekate) dulu sama python itu sendiri. Mari kita mulai pedekate sama python. ūüôā

apa yang ada dipikiran kalian ketika mendengar kata python? seekor ular python seperti ini kah? ūüėÄ

wah.. kalo yang ini sih harus lebih hati-hati dalam pedekate-nya.. ūüėÄ

kalo PYTHON yang akan kita pedekate ini adalah bahasa pemrograman interpretatif multi guna dengan filosofi perancangan yang berfokus pada tingkat keterbacaan kode. Python diklaim sebagai bahasa yang menggabungkan kapabilitas, kemampuan, dengan sintaksis kode yang sangat jelas, dan dilengkapi dengan fungsionalitas pustaka standar yang besar serta komprehensif.

Python mendukung multi paradigma pemrograman, utamanya; namun tidak dibatasi; pada pemrograman berorientasi objek, pemrograman imperatif, dan pemrograman fungsional. Salah satu fitur yang tersedia pada python adalah sebagai bahasa pemrograman dinamis yang dilengkapi dengan manajemen memori otomatis. Seperti halnya pada bahasa pemrograman dinamis lainnya, pyhton umumnya digunakan sebagai bahasa skrip meski pada prakteknya penggunaan bahasa ini lebih luas mencakup konteks pemanfaatan yang umumnya tidak dilakungan dengan menggunakan bahasa skrip. Python dapat digunakan untuk berbagai keperluan pengembangan perangkat lunak dan dapat berjalan di berbagai platform sistem operasi.

Saat ini kode python dapat dijalankan di berbagai platform sistem operasi, beberapa diantaranya dalah:

  • Linux/Unix
  • Windows
  • Mac OS X
  • Java Virtual Machine
  • OS/2
  • Amiga
  • Palm
  • Symbian¬†(untuk produk-produk Nokia)

Python didistribusikan dengan beberapa lisensi yang berbeda dari beberapa versi. Lihat sejarahnya di Python Copyright. Namun pada prinsipnya Python dapat diperoleh dan dipergunakan secara bebas, bahkan untuk kepentingan komersial. Lisensi Python tidak bertentangan baik menurut definisi Open Source maupun General Public License (GPL).

Sejarah Python

Python dikembangkan oleh Guido van Rossum pada tahun 1990 di CWI, Amsterdam sebagai kelanjutan dari bahasa pemrograman ABC. Versi terakhir yang dikeluarkan CWI adalah 1.2.

Tahun 1995, Guido pindah ke CNRI sambil terus melanjutkan pengembangan Python. Versi terakhir yang dikeluarkan adalah 1.6. Tahun 2000, Guido dan para pengembang inti Python pindah ke BeOpen.com yang merupakan sebuah perusahaan komersial dan membentuk BeOpen PythonLabs. Python 2.0 dikeluarkan oleh BeOpen. Setelah mengeluarkan Python 2.0, Guido dan beberapa anggota tim PythonLabs pindah ke DigitalCreations.

Saat ini pengembangan Python terus dilakukan oleh sekumpulan pemrogram yang dikoordinir Guido dan Python Software Foundation. Python Software Foundation adalah sebuah organisasi non-profit yang dibentuk sebagai pemegang hak cipta intelektual Python sejak versi 2.1 dan dengan demikian mencegah Python dimiliki oleh perusahaan komersial. Saat ini distribusi Python sudah mencapai versi 2.6.1 dan versi 3.0.

Nama Python dipilih oleh Guido sebagai nama bahasa ciptaannya karena kecintaan guido pada acara televisi¬†Monty Python’s Flying Circus. Oleh karena itu seringkali ungkapan-ungkapan khas dari acara tersebut seringkali muncul dalam korespondensi antar pengguna Python.

Cara penggunaan Python di Linux

Disini saya menggunakan sistem operasi linux, yaitu Blankon 7.0 Pattimura (distro linux terkeren di indonesia ūüôā ). Python sudah secara otomatis terinstall di linux. Sekarang buka terminal terlebih dahulu dengan cara klik ikon BlankOn di pojok kiri atas –> aplikasi –> aksesori –> terminal. Setelah muncul tampilan terminal kita ketik “python”(tanpa tanda ” ” ), nanti akan muncul tampilan prompt python seperti ini:

aries@febrian:~$ python

Python 2.7.1+ (r271:86832, Apr 11 2011, 18:05:24)

[GCC 4.5.2] on linux2

Type “help”, “copyright”, “credits” or “license” for more information.

>>>

Tanda “>>>” itu adalah prompt utama python, disitulah kita menulis sesuatu yang akan dijalankan oleh program python. Mari kita coba dengan contoh sederhana menampilkan “hello indonesia”

>>>print “hello indonesia”

hello indonesia

nah.. cukup mudah kan? mari kita coba yang lainnya. ūüôā

>>>print “Orang keren pasti pake OS Blankon”

Orang keren pasti pake OS Blankon

>>>1+5

6

>>>2*4

8

untuk keluar dari prompt utama python dapat menekan CTRL+D. Selain lewat prompt tersebut bisa juga dengan menuliskan kode program sederhana kalian ke file kosong dengan akhiran berekstensi .py dan edit dengan teks editor yang kalian sukai seperti vi, vim, dll.

Disini saya contohkan dengan teks editor vi, ketik di terminal “vi blankon.py” (tanpa tanda ” “). Lalu kita tuliskan kode program sederhana kita.

#!/usr/bin/env python

print ‚ÄĚBlankon linux keren banget sih…‚Äú

Kemudian keluar dan simpan dari teks editor dengan menekan tombol¬†ESC dan¬†ketik¬†:wq¬†lalu enter. Contoh ini hanya akan mencetak string¬†¬†Blankon linux keren banget sih…¬†ke layar. Sekarang waktunya menjalankan kode program sederhana yang telah kita buat tadi dengan cara mengetikkan:

aries@febrian:~$python blankon.py

Dan akan mendapatkan keluaran:

Blankon linux keren banget sih…

Ternyata python itu tidak terlalu rumit ya apalagi utuk pemula seperti saya. Setelah pedekate python ini selanjutnya terserah kita mau lanjut apa tidak, kalo diamati dari awal hingga akhir kayaknya harus lanjut deh soalnya python itu cukup mudah untuk dimengerti oleh pemula. ūüėÄ

Saatnya pacaran dengan python.. ūüėÄ

SUMBER: wikipedia

Iklan
This entry was posted in python.

One comment on “Pedekate sama Python

  1. | AirPutih berkata:

    […] Aris Febrianto […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s